NEWS UPDATE :  

Berita

RAIH OMSET Rp. 4 JUTA / HARI. Gebyar Kewirausahaan

MONTONG – Kolaborasi Program Kewirausaahan & Double Track Cetak Pengusaha Muda dengan Omzet Rp 4 Juta per Hari

Program inovasi pendidikan kembali menorehkan prestasi gemilang. Ajang "Gelar Karya Kewirausahaan dan Business Plan 2026" yang diadakan SMA N 1 MONTONG, mulai 15 - 18 September 2026. Bekerja sama dengan program SMA Double Track sukses menyedot perhatian. Tidak tanggung-tanggung, pameran bisnis gagasan para siswa ini berhasil meraup omzet menembus angka Rp 4.000.000 per hari.

Acara yang berlangsung meriah di Lapangan utama Sekolah pada pertengahan September 2026 ini memamerkan rintisan usaha dan produk kreatif hasil karya siswa. Program SMA Double Track sendiri merupakan inisiatif yang membekali siswa SMA N 1 Montong, dengan keterampilan vokasi tambahan. Sehingga mereka siap kerja atau berwirausaha setelah lulus, tanpa mengesampingkan jalur akademis.

Inovasi Bisnis yang Menjawab Kebutuhan Pasar
Keberhasilan mencapai omzet Rp 4 juta per hari dalam lingkup pameran sekolah ini tidak lepas dari kematangan rencana bisnis (business plan) yang disusun oleh para siswa. 

Inovasi Kuliner Kekinian : Adaptasi jajanan tradisional yang dipadukan dengan cita rasa modern dan 
sistem prapesan (pre-order) berbasis aplikasi sederhana membuat stan kuliner tidak pernah sepi antrean.

Kombinasi Akademis dan Vokasi yang Tepat Sasaran
HENI ROHMAWATI, S.Pd M.Pd, selaku Kepala Sekolah dalam sambutannya saat meninjau langsung berbagai stan usaha, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kerja keras para siswa dan fasilitator Kewirausahan.

"Angka omzet Empat juta rupiah per hari untuk ukuran pameran sekolah adalah pencapaian yang fantastis. Ini membuktikan bahwa Siswa SMAN 1 MONTONG, kita tidak hanya kuat secara teori di kelas, tetapi juga memiliki kepekaan membaca peluang pasar, menyusun business plan yang rasional, dan mengeksekusinya dengan sangat baik berkat keterampilan dari program kewirausahan dan Double Track," ujarnya.

Lebih lanjut, pihak penyelenggara Program Kewirausahan Elly Latifah, S.Sos (Waka Kur); "menambahkan bahwa acara ini dirancang sebagai simulasi dunia bisnis nyata. Siswa dituntut untuk tidak hanya memproduksi barang atau jasa, tetapi juga melakukan riset pasar, mengelola manajemen keuangan, dan merancang strategi pemasaran digital".

Langkah Awal Menuju Kemandirian
Kesuksesan Gelar Karya Kewirausahaan 2026 ini diharapkan dapat menjadi cetak biru bagi SMAN 1 MONTONG. Melalui pembinaan yang tepat dan integrasi keterampilan terapan, siswa SMA terbukti mampu menciptakan nilai ekonomi riil sekaligus membuka jalan bagi kemandirian finansial mereka di masa depan.

Sebagian dari keuntungan pameran ini akan diputar kembali oleh para siswa sebagai modal pengembangan usaha lanjutan, sementara sebagian lainnya didonasikan untuk kegiatan sosial sekolah.(pw)