NEWS UPDATE :  

Berita

Cegah Diabetes Sejak Remaja, Shella dan Diana Mahsiswa IIKNU Tuban Bekali Siswa SMAN 1 Montong dengan Edukasi Kesehatan

TUBAN — Menjaga kesehatan tidak selalu harus menunggu datangnya penyakit. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat justru perlu dibangun sejak usia remaja. Pesan itulah yang menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan penyuluhan kesehatan di SMAN 1 Montong, yang menghadirkan mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban, Shella dan Diana.

Mengusung tema “Pencegahan Diabetes Sejak Dini di Usia Remaja”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat diabetes sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.

Di hadapan para siswa, Shella dan Diana memberikan pemahaman mengenai diabetes, faktor risiko, pola hidup yang dapat meningkatkan risiko penyakit, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Edukasi dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja sehingga materi kesehatan tidak terasa sebagai sesuatu yang jauh dari mereka.

Di usia remaja, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kurang bergerak, hingga pola hidup yang tidak seimbang kerap dianggap sebagai hal biasa. Padahal, kebiasaan yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi bagian dari faktor risiko berbagai penyakit di kemudian hari.

Karena itu, penyuluhan tersebut tidak hanya berbicara tentang penyakit, tetapi juga mengajak siswa membangun kebiasaan sehat. Mulai dari memperhatikan asupan makanan dan minuman, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, hingga memiliki kepedulian terhadap kondisi kesehatan diri sendiri.

Bagi SMAN 1 Montong, kegiatan semacam ini memiliki arti penting. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana sekolah membekali siswa dengan pengetahuan dan kebiasaan yang dapat menjadi bekal kehidupan mereka di masa depan.

Peran Kepala SMAN 1 Montong, Heni Rohmawati, S.Pd., M.Pd., turut menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang peduli terhadap kesehatan siswa. Dukungan terhadap kegiatan edukasi kesehatan menjadi bentuk perhatian sekolah bahwa tumbuhnya generasi yang cerdas perlu berjalan beriringan dengan tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kesehatan.

Kehadiran Shella dan Diana juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Sebagai mahasiswa bidang kesehatan, keduanya tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi turut mengajak siswa memahami bahwa pencegahan penyakit merupakan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Pesan yang dibangun pun sederhana: lebih baik mencegah daripada mengobati. Menjaga kesehatan sejak remaja bukan berarti harus melakukan sesuatu yang sulit. Justru, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Kegiatan penyuluhan di SMAN 1 Montong tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat dibagikan kepada masyarakat sekolah, sementara siswa mendapatkan wawasan kesehatan yang relevan dengan kehidupan mereka.

Lebih dari sekadar kegiatan penyuluhan, agenda tersebut menjadi pengingat bahwa masa remaja merupakan waktu yang tepat untuk mulai mengenal dan menjaga tubuh sendiri.

Dari ruang kelas SMAN 1 Montong, pesan sederhana itu diharapkan terus tumbuh: generasi sehat adalah generasi yang dipersiapkan untuk menjadi generasi unggul. Dengan dukungan sekolah, pendampingan tenaga maupun mahasiswa kesehatan, serta kesadaran siswa untuk mengubah kebiasaan, upaya mencegah diabetes dapat dimulai sejak hari ini. [pakro}