Dari DAPUR Sekolah ke Pasar Digital
MONTONG — Siswa SMAN 1 MONTONG Kuasai Bisnis Kuliner Lewat Program Double Track
Siapa bilang siswa SMA hanya berkutat dengan rumus matematika dan teori hafalan? Melalui program Double Track Tata Boga di SMAN 1 MONTONG, para siswa kini tidak hanya diajarkan teknik mengolah masakan dan membuat kue lezat, tetapi juga digembleng menjadi RESELLER andal yang mampu menghasilkan omzet mandiri sebelum mengantongi ijazah kelulusan.
Inisiatif ini memadukan keterampilan vokasi dapur dengan strategi pemasaran digital. Para siswa diajak memahami rantai pasok kuliner, mulai dari standardisasi rasa produk, penghitungan harga pokok produksi (HPP), hingga manajemen distribusi produk olahan makanan beku (frozen food), pastry, serta aneka camilan kering.

STRATEGI RESELER & DIGITAL MARKETING :
Menjalin kemitraan dengan UMKM kuliner lokal untuk menjual kembali produk mitra, sekaligus memasarkan produk buatan kelompok tata boga sekolah secara b2c (business to consumer). dan Pemasaran Digital: Mengoptimalkan media sosial (TikTok Shop, Instagram, status WhatsApp) dan platform pesan-antar untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan sekolah.
Di sekolah pelaksanaan jam praktikum tata boga dibagi menjadi dua sesi: produksi di pagi hari dan eksekusi strategi penjualan pada siang hari saat (jam istirahat). Sistem ini membuktikan bahwa siswa tidak harus selalu membuat produk dari nol untuk mulai berbisnis; menjadi penghubung antara produsen makanan dan pembeli adalah langkah awal paling realistis dan minim modal bagi pemula. ujar "Faizatul" Trainer DT

HENI ROHMAWATI, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa
"Kehadiran jalur Double Track ini menjadi jembatan konkret bagi siswa SMAN 1 MONTONG yang berencana langsung bekerja atau berwirausaha mandiri tanpa harus menunggu lulus kuliah. Di tangan generasi muda yang melek teknologi, dapur sekolah kini bertransformasi menjadi laboratorium bisnis yang mencetak wirausahawan tangguh sejak dini"
SMAN 1 MONTONG, Maju Bersama Hebat Semua GEMILANG. (pw)
SMA NEGERI 1 MONTONG