Pramuka SMAN 1 Montong Ambil Bagian dalam JOTA-JOTI 2026, Gaungkan Perdamaian dan Persahabatan Global
MONTONG. Semangat persaudaraan tanpa batas negara ditunjukkan empat siswa SMA Negeri 1 Montong melalui partisipasi dalam Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) 2026. Kegiatan kepramukaan berskala internasional ini menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk memperluas wawasan, membangun komunikasi lintas wilayah, serta menumbuhkan semangat perdamaian di tengah keberagaman dunia.
Kegiatan yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tuban tersebut berlangsung selama dua hari, pada 17–18 Oktober 2026, di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban. Pelaksanaan JOTA-JOTI menjadi bagian dari gerakan serentak internasional yang mempertemukan anggota Pramuka dari berbagai negara melalui komunikasi radio dan internet.
Empat siswa SMAN 1 Montong yang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut adalah M. Mabrur Khizbullah Ibrahimovic dari kelas XI-D, Ahmad Reza Alfarizy dari kelas XI-B, Nur Sahira dari kelas XI-C, dan Hilda Aurel dari kelas XI-A.

Keikutsertaan mereka bukan sekadar membawa nama sekolah ke dalam agenda kepramukaan, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, literasi digital, serta kemampuan berinteraksi dengan sesama Pramuka dalam lingkungan yang lebih luas.
Menembus Batas, Merajut Persahabatan Dunia
JOTA-JOTI merupakan kegiatan tahunan Gerakan Pramuka dunia yang menghubungkan anggota Pramuka melalui komunikasi radio amatir dan jaringan internet. Melalui kegiatan ini, peserta berkesempatan mengenal budaya, pengalaman, serta sudut pandang teman-teman sebaya dari berbagai daerah dan negara.

Di era digital, pengalaman tersebut menjadi semakin relevan. Teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk mengakses informasi, tetapi juga menjadi jembatan untuk membangun persahabatan, bertukar gagasan, dan memahami perbedaan.
Tema JOTA-JOTI 2026, “A Peaceful and Inclusive World” atau Dunia yang Damai dan Inklusif, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang menghargai setiap individu tanpa membedakan latar belakang. Nilai tersebut sejalan dengan semangat kepramukaan yang menjunjung persaudaraan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
Bagi para siswa, partisipasi dalam kegiatan ini menjadi ruang belajar di luar kelas. Mereka berkesempatan mengembangkan kepercayaan diri, memperluas jejaring pertemanan, sekaligus memahami bahwa menjadi bagian dari masyarakat global membutuhkan sikap terbuka, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi yang baik.

Pramuka Adaptif di Era Digital
Kehadiran empat siswa SMAN 1 Montong dalam JOTA-JOTI 2026 juga menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Pendidikan kepramukaan tidak hanya berkutat pada keterampilan lapangan, baris-berbaris, atau kegiatan perkemahan, tetapi juga merambah pemanfaatan teknologi dan komunikasi global.
Pengalaman mengikuti kegiatan berskala internasional diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sekolah maupun masyarakat. Semangat kolaborasi, kedisiplinan, kepemimpinan, dan penghargaan terhadap keberagaman menjadi modal penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
Bagi SMAN 1 Montong, partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang melalui pengalaman nyata. Kesempatan berinteraksi dalam kegiatan kepramukaan internasional dapat memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat karakter pelajar yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.

Dari Pantai Panduri, semangat persaudaraan itu mengirimkan pesan bahwa jarak bukan penghalang untuk saling mengenal dan perbedaan bukan alasan untuk menjauh.
Melalui JOTA-JOTI 2026, empat siswa SMAN 1 Montong menjadi bagian dari gerakan Pramuka dunia yang terus menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih damai, inklusif, dan penuh persahabatan. [PakRo}
SMA NEGERI 1 MONTONG