Jalabhaskara Tuban Jadi Ajang Pembuktian Ambalan Kertawijaya Jayawardani SMAN 1 Montong
Merakurak, 10/1 - Kegiatan Jalabhaskara (Jalan Aksi Lintas Bhayangkara) Cabang Tuban kembali menjadi ruang pembinaan karakter bagi Pramuka penegak. Anggota Dewan Ambalan Kertawijaya–Jayawardani SMAN 1 Montong turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan Jatiwangi, Kecamatan Merakurak tersebut.
Jalabhaskara dikenal sebagai kegiatan jalan jauh yang menuntut ketahanan fisik, mental, serta kekompakan tim. Peserta tidak hanya ditantang untuk menaklukkan jarak, tetapi juga menguji disiplin, kepemimpinan, dan solidaritas antarsesama anggota Pramuka.
Kontingen SMAN 1 Montong menurunkan sepuluh anggota Dewan Ambalan, yakni Karimu Sa’di, Hasya Abdullah, Nizar Sandi Yudha, Aldi Febriansyah, Dwi Pratama Rehan Saputra, Rafika Anggraini Pramestyana, Maesaroh, Siti Dinda Febrianti, Siti Febria Humairoh, dan Widia Salsa Bela. Sejak start, para peserta tampak bersemangat meski menyadari rute yang harus ditempuh tidak ringan.
Jarak 22 kilometer menjadi tantangan utama. Rute yang memadukan jalur datar dan medan alam terbuka menuntut peserta mampu mengatur stamina dengan baik. Di sepanjang perjalanan, kekompakan menjadi kunci. Saat ada peserta yang mulai kelelahan, rekan lainnya hadir memberi dukungan dan semangat.
Meski ada anggota yang sempat tidak kuat menahan lelah, seluruh kontingen SMAN 1 Montong akhirnya mampu finish dengan kondisi sehat dan bahagia. Raut letih bercampur bangga tampak jelas ketika mereka tiba di garis akhir. Bagi para peserta, keberhasilan menyelesaikan Jalabhaskara bukan soal kecepatan, melainkan tentang keteguhan dan kebersamaan hingga akhir.
Ari Salah satu anggota Dewan Ambalan mengaku kegiatan ini justru memunculkan motivasi baru. Meski merasakan beratnya medan dan jarak, pengalaman Jalabhaskara dianggap sebagai pelajaran berharga. “Capek pasti, tapi dari sini saya belajar untuk tidak mudah menyerah. Justru setelah ini, saya ingin ikut lagi di event berikutnya dan mempersiapkan diri lebih baik,” ujarnya.
Keterlibatan pembina Pramuka Pak Rozaq dan Bu Mala juga menjadi bagian penting dari suksesnya keikutsertaan SMAN 1 Montong. Keduanya aktif mendampingi peserta sejak persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Selain memastikan kesiapan fisik, pembina juga memberikan motivasi agar peserta tetap fokus dan menjaga keselamatan.
Pak Rozaq menegaskan bahwa Jalabhaskara adalah sarana pembelajaran karakter yang tidak bisa digantikan di ruang kelas. “Di lapangan, anak-anak belajar tentang tanggung jawab, kepedulian, dan kerja sama. Ketika ada yang lemah, yang lain menguatkan. Inilah nilai Pramuka sesungguhnya,” tuturnya.
Senada, Bu Mala menyampaikan bahwa pengalaman ini diharapkan menjadi bekal mental bagi anggota Ambalan. “Mereka belajar mengenali batas diri, namun tetap berani melampauinya dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab,” katanya.
Melalui Jalabhaskara Cabang Tuban ini, Ambalan Kertawijaya–Jayawardani SMAN 1 Montong kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berjiwa Bhayangkara. Kegiatan ini menjadi pijakan awal untuk terus berpartisipasi aktif pada event kepramukaan berikutnya dengan semangat yang lebih besar.[pakro]
SMA NEGERI 1 MONTONG