Awal Masuk Ramadan, SMAN 1 Montong Gaungkan Ramadan Bergema, Siswa Dhuha dan Tadarus Terjadwal
Montong 23/02 , — Hari pertama masuk sekolah di bulan suci Ramadan dimaknai berbeda oleh keluarga besar SMAN 1 Montong. Sejak pagi, suasana religius terasa kental di lingkungan sekolah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari ruang-ruang kelas, sementara ratusan siswa lainnya memadati musala untuk menunaikan salat Dhuha berjamaah.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi program 4 Pilar sekolah, salah satunya “Ramadan Bergema” yang berarti Bersama Bergerak Memaksimalkan Amal melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an dan salat berjamaah.
Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru hingga tenaga kependidikan, terlibat aktif dalam program tersebut. Pelaksanaan kegiatan pun dibagi secara terstruktur berdasarkan jenjang kelas agar berjalan tertib dan maksimal.
Kelas X dijadwalkan melaksanakan salat Dhuha bersama di musala sekolah. Dengan mengenakan seragam rapi dan berkopiah bagi siswa putra, mereka berbaris teratur sebelum salat dimulai. Guru pendamping turut membersamai untuk memastikan kekhusyukan dan ketertiban.
Sementara itu, siswa kelas XI dan XII melaksanakan tadarus Al-Qur’an di kelas masing-masing. Setiap kelas telah mendapatkan pembagian juz yang disesuaikan agar target khataman dapat tercapai secara kolektif selama Ramadan.
Kepala SMAN 1 Montong menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat karakter religius siswa. Sekolah tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembinaan spiritual.
“Melalui Ramadan Bergema, kami ingin membangun kebiasaan baik. Anak-anak dibiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari dan menjaga salat berjamaah. Ini bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, pembagian tugas per jenjang kelas bertujuan agar seluruh siswa mendapatkan pengalaman ibadah yang seimbang. Kelas X dibentuk kedisiplinannya melalui salat berjamaah, sedangkan kelas XI dan XII diperkuat literasi Al-Qur’annya melalui tadarus terstruktur.
Suasana di ruang kelas terlihat khusyuk. Siswa duduk melingkar, masing-masing memegang mushaf, membaca ayat demi ayat secara tartil. Guru memantau sekaligus membimbing tajwid bagi siswa yang membutuhkan pendampingan.
Tak sedikit siswa yang mengaku lebih termotivasi menjalani Ramadan karena kegiatan tersebut dilakukan bersama-sama.
“Rasanya lebih semangat kalau tadarus bareng teman-teman. Jadi lebih disiplin juga,” ungkap salah satu siswa kelas XI.
Program ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarsiswa. Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga gerakan kolektif membangun budaya religius di sekolah.
Pihak sekolah menargetkan selama Ramadan seluruh siswa dapat menyelesaikan bacaan sesuai pembagian juz yang telah ditentukan. Selain itu, pembiasaan salat berjamaah diharapkan terus terbawa hingga di luar bulan Ramadan.
Dengan semangat 4 Pilar yang diusung, khususnya Ramadan Bergema, SMAN 1 Montong ingin memastikan bahwa awal masuk sekolah di bulan suci bukan sekadar rutinitas belajar, melainkan momentum memperkuat iman, disiplin, dan kebersamaan.
Di tengah tantangan era modern, sekolah tersebut memilih menjadikan Ramadan sebagai ruang pembentukan karakter. Sebab, dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual. (pakro)
SMA NEGERI 1 MONTONG